Oleh Lhessk.com, 06 Agustus 2025
Asa? Achmad Sanusi. Selain Syu’bah adik dan anak Perempuan Syu’bah melengkapi Namanya dengan kata Asa. Rahmah dan Naila Firdausi Asa.
Kradenan gang 1, ‘geopolitik’ daerah ini basis nadhliyin. Tetapi orientasi politik warganya era Sukarno partai Masyumi. Sebelum NU memisahkan diri dan mendirikan partai sendiri. Tidak mengherankan Syu’bah memilih mualimin Muhammadiyah Pekajangan sebelum melanjutkan ke PGAA Yogyakarta. Di risekolah inilah Syu’bah menjadi asisten pengajar Bahasa Arab yang diampu Djarnawi Hadikusumo, Aqidah Filsafat IAIN Sunan Kalijaga adalah jurusan kuliah yang ia pilih. Sampai tingkat sarjana muda. Saat masa Pendidikan inilah ia bergabung dengan teater Muslim Yogyakarta, pimpinan Mohammad Diponegoro. Bersama Abdurrahman Saleh, Chairul Umam, Amak Baldjun, Abdurrahman Nasution mendirikan teater Cuwiri. Pada waktu yang lebih kemudian berkhidmah di bengkel teater, WS Rendra, Ketanggungan Yogyakarta.di bengkel teater inilah ia bertemu dengan mahasiswi IKIP Yogyakarta, Etty Soenarti,yang kelak menjadi isteri pertamanya. Dianugerahi dua orang puteri. Blogger Hafifah Rurros menuliskan relatif detail perjalanan karir dan karya Syu’bah Asa
Mewarisi suara emas dari keluarga besar selain piawai dalam tilawatil qur’an, ia menyukai komposisi musik klasik dan paduan suara. Pergaulannya dengan Pranadjaja dan Moesa Dimjati menyebut dua pentolan paduan suara UGM menandai eksistensi Syu’bah di ranah tarik suara.
Berikut link semesta puisi Syu’bah Asa yang beberapa akan diziarahi tanggal 9 Agustus 2025 di pendopo trade center oleh teater KiTA Pekalongan.
Djudjur Toto Susila
Penulis
Djudjur Toto Susila
Editor
Lhesske
Desain Grafis
Pimpinan Redaksi Lhesske.com